Masuk Daftar Interpol, WN Amerika Dipulangkan

Siang kemarin keimigrasian berhasil mengenali salah satu nama yang masuk dalam daftar penangkalan International Criminal Police Organization (Interpol). Diketahui berinisial SSAK (32), warga negara (WN) Amerika ini pun langsung ditolak masuk Manado.

SSAK yang menumpang pesawat Silk Air dari Singapura dengan nomor penerbangan MI 274, memang cukup mencurigakan ketika tiba di bandara Sam Ratulangi. “Dia (SSAK, red) pria berdarah Pakistan. Berdasarkan informasi Interpol, merupakan terduga pelaku kejahatan di beberapa negara,” kata Kepala Imigrasi Manado Montano F Rengkung, dalam rilisnya.

Rengkung menyebut, dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas imigrasi, dipastikan yang bersangkutan merupakan orang dengan identitas seperti yang dikirim Interpol. “Setalah dilaporkan kepada Kepala Divisi Imigrasi Sulut Alif Suaidi, kami langsung mendapat perintah untuk diproses segera, agar yang bersangkutan kembali ke Singapura hari itu juga dengan pesawat yang sama,” sebutnya.

Kasus ini, lanjut Rengkung, menjadikan Imigrasi lebih memperketat masuknya orang asing ke Indonesia, khususnya Sulut melalui bandara Sam Ratulangi. “Apalagi, akhir-akhir ini marak kegiatan kejahatan antar negara dalam kaitannya dengan narkoba dan terorisme serta kejahatan trans-nasional lainnya,” ujarnya.

Namun, ia mengaku tetap memberikan pelayanan dengan baik para wisatawan asing dan orang asing lainnya yang akan berkunjung ke Indonesia, sepanjang tidak ada indikasi negatif.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik ketika dikonfirmasi terduga pelaku kejahatan yang nyaris masuk Sulut, mengaku belum mendapat informasi soal itu. “Belum ada info,” singkatnya. Meski demikian, ditegaskan kepolisian tetap memantau dan mengawasi situasi keamanan di Sulut.

Senada, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Binarko Sugihantyo mengaku belum mengetahui hal tersebut. “Saya belum mendapat info. Padahal sampai tadi sore (kemarin, red) berada di bandara,” ujarnya.

Meski begitu, Binarko mengatakan tetap melakukan pengamanan dan mewaspadai hal yang terindikasi bermuatan terorisme. “Mudah-mudahan kedatangan WNA tersebut tidak mengarah pada hal terorisme,” pungkasnya.(***)

Sumber : Ditjen Imigrasi Republik Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.